
Tapi terfikirkah kita, sampai ke tahap inikah kita membentuk iman kita? Iman anak isteri kita? Memang taufik dan hidayah itu urusan Allah Taala, tapi sebagai manusia yang berkeupayaan akal dan imannya, kita harus berusaha... lebih-lebih lagi pabila melibatkan iman diri kita dan orang-orang yang tersayang. Sanggupkah kita melihat di masa hadapan anak isteri kita merempat mengemis untuk berteduh, makan dan minum? Begitu jugalah halnya di akhirat sana. Apa usaha kita untuk diri kita dan mereka? Adakah sampai ke tahap maksimum kita mengusahakannya?
Tiada ulasan:
Catat Ulasan